Posted by: rizki419 on: Januari 12, 2010
Setelah sesorean ki berkunjung ke kantor Oriflame untuk ambil barang dan lainnya, kiki + opik dan motornya pun berbaur dengan sekian ribu orang di jalan menuju Ciputat, my kost sweet kost.
Satu belokan sebelum kostan ki, motor opik melambat karena bersaing dengan sepeda anak-anak. –kebetulan, daerah kostan ki adalah pemukiman jadi kalo sore-sore pasti banyak anak-anak main di jalanan depan rumah mereka.– Dan disinilah kejadian yang membuat kiki menulis ini.
Tiba-tiba, seorang anak laki-laki dengan badan agak besar (sekitar kelas 4SD tapi badannya sebesar anak kelas 6SD) mencolek kiki. So what ki? Cuma dicolek kan?.
Ya, cuma dicolek,dan kebetulan tangan ki nutupin dada karena megangin bawaan di depan kiki.Ki gak tau anak ini niat apa. Baca entri selengkapnya »
Posted by: rizki419 on: Desember 23, 2009
Ini bukan perdebatan percakapan pertama tentang hal ini, dan semoga akan jadi yang terakhir.
X : *menutup layar facebook* heboh..!
Y : Kenapa? Ada group apa lagi?
X : Bukan, se-facebook heboh menjadikan hari ini sebagai hari status selamat hari ibu.
Y : Yee, ya wajarlah, kalo ada yang nulis selamat hari anak tuh pasti orang gak
punya kelender.
X : kenapa Hari IBU? Bukan Hari Wanita?
Padahal kan sejarahnya kongres WANITA bukan kongres IBU, semua tahu hari ini untuk memperingati itu.
Y : mmm…mungkin karena di indonesia wanita sering disebut “ibu”, ibu guru..ib..
X : wajar,karena punya anak murid.
Y : ibu manager? anaknya siapa?
X : gak ada, makanya kenapa disebut ibu?
Y : kebiasaan..
X : tetep aja terjemahannya mothers day bukan women day..
Padahal kan gak semua wanita adalah ibu, belum dan tidak..
Y : ya sih, tapi kan para wanita juga punya ibu
X : Susah, ampe gila juga loe gak ngerti karena belom ngerasain..*zigh*
Y : Yah, dan selamanya gw gak ngerti kenapa itu jadi kebutuhan saat loe yakin bahwa Dia selalu memberikan yang kita
butuh,bukan yang kita inginkan.
Kenapa loe merasa berhak atas itu saat loe yakin bahwa Dia akan memenuhi semua hak hambaNya?
X :
Dan selamanya jawaban loe akan selalu begitu..
Entahlah, buat gw sama aja.
Wanita dan ibu, mereka adalah perempuan, bermanfaat dengan kodratnya..
(kodrat ya bukan adat,hehe..)
SELAMAT HARI IBU dan HARI WANITA
![]()
rizki,
riez419@yahoo.com
Posted by: rizki419 on: Desember 11, 2009
Tulisan ini bukan hasil survey dengan dana milyaran atupun survey dadakan, hanya pengalaman pribadi ki aja.
Semua temen ki tahu bahwa ki sekarang gabung di Oriflame via dBCNetwork (jadinya bisa online jalanin bisnisnya), jadi mulai pada nanya-nanya produknya Oriflame, termasuk temen-temen ki yang berjenis kelamin laki-laki. Berhubung ki bukan sales yang baik yang bisa nawarin barang, biasanya emang customernya yang nanya duluan :p
Setelah beberapa waktu, ki baru sadar bahwa customer laki-laki itu lebih LOYAL. Kalau mereka biasa pakai satu produk, mereka akan pakai produk itu terus. Dan mereka nggak terlalu repot kalau beli barang,hehe.
Contohnya begini :
• Kalau produk yang mereka pakai habis dan mereka suka produk itu, mereka akan pesen lagi tanpa embel-embel.
Ex: “ki,punya gw abis, gw pesen lagi kayak kemaren, ada uang ada barang ya”
• Kalau ki tawarin untuk lihat katalog baru biasanya percakapan akan berlangsung seperti ini,
Ki : “liat-liat katalog yang baru aja dulu “
Cust : “emang ada produk baru?buat apa?bagus nggak?bagusan mana ama yang lama?”
Ki : “ada ini,………”
Kalau mereka kurang tertarik,
Cust : “berapa? Kalo segini gw beli, kalo nggak ya yang biasa aja”
Kalau mereka tertarik tapi budgetnya emang gak ada,
Cust : “ kayaknya bagus ya ki,bulan depan deh gw ambil,bulan ini yang biasa aja”
Dan bulan depannya mereka emang akan nanya2 tentang produk baru itu.
Simple, efisien, dan komit.
Baru ki ngerti kenapa laki-laki nggak perlu “thawaf” satu mall hanya untuk nyari sepatu atau baju
where r u?